Pembagian Dan Pengertian Agama-Agama Dimuka Bumi Ini



menurut asal pertumbuhannya terbagi alam 2 rumpun,yaitu :
1.     Agama wahyu(samawi)
Agama yang ALLAH ta’ala turunkan lewat malaikat jibril kepada para rasul-rasulnya dibumi dari kalangan manusia yang disebut wahyu untuk kesejahteraan manusia didunia dan akhirat
Ajaran yang dibawa para rasul sebelum Muhammad shallahu a’laihi wassalam hanya berlaku pada masa dan kaum tertentu saja yang bersifat local seperti agama yang diturunkan untuk bani israil,diantara nabi mereka yaitu musa dengan kitabnya taurat dan isa dengan kitabnya injil,pada umumnya agama wahyu ini sudah rusak karena ditumbuhhi benalu,sehingga hilanglah pokok ajaran agama tersebut dan sebagian besar yang tertinggal hanyalah benalunya saja
Adapun islam yang dibawa nabi Muhammad shallahu alaihi wassalam adalah agama untuk sepanjang  zaman dan berlaku untuk semua bangsa yang berlandaskan al-qur’an dan sunnah rasulNYA sesuai dengan pemahaman salaful ummah(sahabat-sahabat rasullullah shallahu alaihi wassalam)
Muhammad shallahu alaihi wassalam adalah rasul terakhir dan tidak ada nabi-rasul sesudahnya itu.
Firman ALLAH:
sesungguhnya agama yang diakui ALLAH disisiNYA hanyalah islam.” (Q.S.ALI-Imran: 19)

hai orang-orang yang beriman,masuklah kedalam islam dengan menyeluruh dan janganlah engkau menuruti langkah-langkah syeitann,sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” (Q.S. Al baqoroh: 208)

Sabda nabi shallallahu a’laihi wassalam
setiap nabi diutus khusus untuk bangsanya,tetapi aku diutus untuk seluruh manusia” (H.R.bukhari-muslim,taysirul a’lam)
 “tiap-tiap orang yang telah meendengar kenabiaanku baik nasrani atau yahudi kemudian ia mati tidak masuk kedalam islam,niscaya menjadi ahli neraka” (H.R. Muslim)

2.     Agama thabi’I (kultur,budaya)
Agama ini hasil budaya manusia,sesungguhnya manusia itu lahir dengan fitrah beragama,ia ingin beribadah,tetapi karena berbagai jalan penyimpangan tumbuhlah suatu kepercayaan yang  melahirkan suatu peribadahan tersendiri.adakalanya karena dilahirkan oleh seorang yng berpengaruh,ajarannya berkembang lalu dibukukan menjadi sebuah kitab pegangan,biasanya kitab itu berupa kumpulan mitos,nasihat,sifat-sifat ketuhanan dan sebagainya.
Kitab itu biasanya ditulis guru setelah sang guru meninggal dan si penulis tidak mencantumkan namanya,seperti kitab weda,tripitaka,zenda-awesta dan sebagainya.
Ada kemungkinan agama kultur berkitab itu semula tumbuh dari agama wahyu,akibat terpengaruh bid’ah-bid’ah yang kian banyak atau taqlib buta dengan seseorang,bangsa,suku dan sebagainya yang kian lama jauh dari pangkalnya seperti syiah yang menurut jumhur ulama bukan bagian dari islam.
Ahli sejarah perkembangan agama  membagi agama kultur menjadi 3 tingkatan,yaitu

A.      Agama primitive
Agama pimitif lahir karena dorongan fitrah manusia sendiri,akan tetapi karena otaknya belum mampu untuk memecahkan persoalan aneh yang merangsang alam pikirannya,timbulnya perwujudan angan-angan,berupa mitos yang melahirkan ritual-ritual tertentu
·         Animisme
Kepercayaan pada roh dan hantu-hantu,timbullah pemujaan pada tempat dan benda yang dianggap dihuni roh atau hantu itu,ada yang dipuja agar membalas kebaikan dan ada pula yang dipuja agar ruh atau hantu itu tidak mengganggu.
Atas keyakinan ini timbul berbagai pantang tabu,pemberian sesajian,penguburan hewan atau manusia hidup-hidup ketika ada bencana alam yang berarti roh-roh alam sedang marah atau sebab yang lain

·         Dinamisme
Hampir sama dengan animism hanya saja mereka beranggapan suatu benda tertentu memiliki kekuatan gaib yang dijadikan penangkal,jimat dan benda sihir.
Konon orang-orang  portugis dan spanyol biasa menggambari layar kapalnya dengan salib besar agar selamat dari gangguan hantu laut dan sebagainya,kini sebagian orang nasrani(Kristen) masih percaya kekuatan gaib pada salib,sebagian kaum sufi masih percaya kekuatan gaib tulisan arab pada kulit dan sebagainya

·         Toteisme
Toteisme masih bagian darri animism dan dinamisme,sebagian penganut animism atau dinamisme percaya akan benda atau hewan yang melahirkan nenek moyang mereka,seperti:
Orang Eskimo biasa makan daging beruang.akan tetapi,mereka beranggapan nenek moyang mereka berasal dari seekor beruang.jika seorang sudah tua renta maka ia harus merelakan dirinya untuk dimangsa beruang,ia diantar sanak keluarganya ke padang salju untuk menanti beruang datang memangsanya,sebagian suku Indian beranggapan manusia berasal dari bulu burung elang,ada juga yang beranggapan manusia dari kera seperti teori Darwin dan sebagainya

B.      Agama madya-pertengahan
Agama ini kebanyakan bersifat panteisme,politeisme ataupun monoteisme yang tidak murni,agama madya kemungkinan berasal dari perkembangan agama primitive atau kemungkinan sebagian besar dari agama wahy yang jauh menyimpang,pada umumnya,agama madya sudah punya pegangan dan ritual-ritual tertentu
C.      Agama filsafat
Agama ini lahir dari filsafat seseorang yang diagamakan seperti ajaran fitagoras yang akhirnya menjelma menjadi semacam agama yang memegang teguh theosofi,seorang filosof melukiskan tentang kekuasaan Tuhan Maha Pengatur.seorang murid filosof itu mencoba untuk beribadah kepada Tuhan Maha Pengatur dengan kebijakan sendiri.
Sebagian ajaran agama filsafat itu menjurus pada mistik tetapi dengan membawakan dalil-dalil yang menyerupai ilmiah.
Ada agama atau kepercayaan yang menamakan diri “penganut agama damai” yang mengambil sari pati setiap agama,ada pula agama buatan yang sengaja dibentuk untuk kepentingan suatu golongan.
Ada aliran sikh yang bersaripati ajaran hindu dan sufi.
Ada gerakan persatuan Sun Moon yang didirikan oleh seorang pendeta kaya Sun Moon dari korea yang berkeinginan menyatukan seluruh agama.ada agama Bahai yang didirikan oleh abdulbaha dibawah bayang-bayang Masuniyah Yahudi,untuk mempersatukan seluruh agama dalam agama baru Bahai.
Ada ahmadiyah yang didirikan Mirza Ghulam Ahmad,membuat islam tandingan,ia mengaku menerima wahyu,penjelmaan krisna,isa,mahdi dan nabi akhir zaman,dibuatnya buku-buku seperti Anjam Atham,Hakikal Wahyu dan sebagainya yang berupa wahyu buatan dan ddiduga erat dengan masuniyah yahudi.
Asimilasi-akulturasi-sinkretisme
Ada yang sengaja dicampur baurkan,ada yan bercampur karena desakan,ada yang bercampur karena pergaulan,dan ada yang bercampur karena hidup berdampingan.
Di cina tumbuh ajaran Sam Kaw yang menyatukan ajaran Kong Hu Cu,Lao cu (Lao Tse) dan budha.dijawa tumbuh ajaran kejawen,campuran Hindu,Sufi,Budha,Yang dan animisme dengan gaya sendiri,di Persia kalu sekarang iran dan sekitarnya lahir aliran Zandakar yang mengembangkan kembali ajaran Zenda dengan menyatukan ajaran Majusi dan Islam,diantara pecahannya dinamakan Qaramithah
Islam melarang keras menyatukan ajaran yang hak dan yang batil
Firman Allah
dan janganlah kamu asimilasi(campur baur) antara hak dan batil,lalu kamu sembunyikan yang hak,padahal kamu mengetahuinya.” (Q.S. Al baqoroh: 42)
Sabda rasullullah shallahu alaiihi wassalam
segala bid’ah (tambahan-tambahan yang dibuat) itu sesat dan semua yang sesat itu dineraka.” (H.R. Muslim)
Barang siapa meniru atau menyerupai suatu kaum,ia pun bagian dari golongan mereka.” (H.R. Ahmad-Abu Daud)
Allah menghijab taubat daripada tiap-tiap ahli bid’ah sehingga ia tinggalkkan bid’ahnya.” (H.R. Thabbarani)
tidaklah mengada-adakan suatu kaum akan bid’ahnya,melainkan diangkatlah semisalnya itu daripada sunnah,maka berpegang dengan sunnah itu jauh lebih baik dari pada mengadakan bid’ah.” (H.R. Ahmad)
Dari Ibnu abbas radhiallahu an’hu,sesungguhnya  nabi shallahu a’laihi wassalam telah bersabda,
sesungguhnya manusia yang lebih membangkitkan kemurkaan Allah itu ada 3 perkara,’bersengaja dalam haram,mengharapkan berlaku “sunnah jahilliyyah” dalam islam,dan seorang tukang pencari darah seseorang dengan tiada sebenarnya untuk mengeluarkan darahnya itu.” (H.R. bukhori)
Segala bid’ah yang berupa bid’ah dalam I’tikad(keyakinan) dan perbuatan itu
1            Merupakan sisa dari agama thabi’i
2            Merupakan sisa agama samawi yang terdahulu
3            Ciptaan baru,karena dianggap baik atau sengaja dimasukkan melalui hadist-hadist palsu dan sebagainya
Dalam istilah,segala sisa-sisa yang berasal dari ajaran agama thabi’I dan sisa-sisa dari bid’ah agama samawi yang terdahulu dinamakan “sunnah jahilliyyah”.nggak ada namanya “sunnah hasanah” dalam islam,penamaan ini muncul dari penurut hawa nafsu,taqliq buta dan ahli bid’ah.wallahu a’lam
Semoga bermanfaat,salam ikhwah
Sumber : buku parasit akidah oleh A.D. El Marzdedeq

Related Post



1 comment:

Anonymous said...

yang saya tahu, orang yang berbuat baiklah yang masuk surga